Focus Group Discussion (FGD) Inovasi Seniman Tangguh Bencana (SENTANA)

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan menjadi momentum krusial dalam memperkuat ketahanan daerah. Diskusi ini difokuskan pada penguatan sinergitas melalui inovasi program “Seniman Tangguh Bencana”. Inisiatif ini lahir dari kesadaran bahwa kearifan lokal dan ekspresi seni merupakan media yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan edukasi kebencanaan kepada masyarakat luas di Kabupaten Tabanan yang kaya akan tradisi.

BPBD Kabupaten Tabanan dalam pertemuan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk meminimalisir risiko bencana. Melalui program Seniman Tangguh Bencana, para seniman lokal diharapkan tidak hanya berperan sebagai penghibur, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menyisipkan pesan-pesan mitigasi ke dalam karya seni mereka, baik itu melalui seni pertunjukan, lukisan, maupun sastra. Hal ini merupakan langkah strategis mengingat masyarakat Tabanan memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan figur seniman di lingkungan mereka.

Di sisi lain, Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi ini sebagai bentuk revitalisasi fungsi seni di era modern. Dinas Kebudayaan berkomitmen untuk memfasilitasi para seniman agar memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai jenis-jenis ancaman bencana di wilayah Tabanan. Dengan pembekalan materi yang tepat, diharapkan karya seni yang dihasilkan tetap menjaga nilai estetika sekaligus mengandung nilai edukatif yang kuat mengenai cara menyelamatkan diri dan menjaga alam.

Sinergitas antara BPBD dan Dinas Kebudayaan ini juga mencakup penyusunan kurikulum singkat atau panduan bagi para seniman dalam mengemas informasi teknis kebencanaan menjadi narasi yang mudah dicerna. Dalam FGD tersebut, disepakati bahwa bahasa seni dapat meruntuhkan batasan formalitas sehingga pesan mitigasi tidak lagi terasa menakutkan, melainkan menjadi bagian dari budaya keseharian. Integrasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem masyarakat yang waspada namun tetap tenang dalam menghadapi potensi bencana.

Pelaksanaan program Seniman Tangguh Bencana ini juga akan menyasar komunitas-komunitas seni di tingkat desa, sehingga dampak edukasinya bisa menjangkau wilayah pelosok di Tabanan. Dengan melibatkan seniman dari berbagai disiplin ilmu, pesan mengenai pelestarian lingkungan dan kesiapsiagaan bencana dapat tersebar secara masif dan berkelanjutan. Inovasi ini memposisikan Kabupaten Tabanan sebagai daerah yang cerdas dalam memanfaatkan modal sosial dan budayanya untuk membangun ketangguhan daerah yang inklusif.

Sebagai penutup, FGD ini menghasilkan komitmen bersama untuk menyelenggarakan workshop lanjutan bagi para seniman pilihan sebagai langkah awal implementasi. Harapannya, Seniman Tangguh Bencana akan menjadi ikon baru Kabupaten Tabanan dalam memadukan aspek keselamatan dan pelestarian budaya. Melalui kolaborasi ini, diharapkan angka risiko bencana dapat ditekan melalui pendekatan yang lebih humanis, kreatif, dan berbasis pada kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.