BPBD Kabupaten Tabanan Gerak Cepat Tangani Laporan Pendaki Tersesat di Gunung Batukaru
SINGASANA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) kembali menunjukkan kesiapsiagaan dalam penanganan kedaruratan di wilayahnya. Pada Minggu, 5 April 2026, tim gabungan secara responsif melakukan giat pencarian terhadap seorang pendaki yang dilaporkan tersesat di kawasan hutan Gunung Batukaru, tepatnya di wilayah Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan. Operasi ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mewujudkan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM), terutama dalam memberikan perlindungan maksimal bagi warga maupun wisatawan.
​Kronologi bermula saat Pusdalops BPBD Tabanan menerima laporan resmi dari BPBD Provinsi Bali pada pukul 14.00 WITA. Menindaklanjuti informasi tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan segera menginstruksikan personil Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu 1 untuk melakukan mobilisasi. Dengan persiapan yang matang, tim langsung mempersiapkan armada serta sarana prasarana pendukung keselamatan lainnya guna memastikan proses evakuasi dapat berjalan dengan efektif dan efisien sesuai dengan Prosedur Tetap (Protap) penanganan bencana.
​Setibanya di lokasi kejadian di Desa Batungsel, personil TRC dan Pusdalops langsung melakukan koordinasi intensif dengan pihak pengelola kawasan serta tokoh masyarakat setempat. Langkah awal ini dilakukan untuk memetakan titik koordinat terakhir korban dan mendalami kronologi kejadian guna menentukan langkah pencarian yang paling akurat. Sinergi antar-lini menjadi kunci utama dalam operasi ini, di mana tim teknis berupaya mengumpulkan informasi mendetail dari berbagai sumber di lapangan agar pencarian dapat dilakukan secara terukur.
​Berkat dedikasi dan kerja sama yang solid di lapangan, proses pencarian membuahkan hasil positif dalam waktu yang relatif singkat. Selang beberapa menit setelah koordinasi dilakukan, tim mendapatkan konfirmasi dari para relawan yang turut menyisir jalur pendakian bahwa korban telah berhasil ditemukan. Korban terpantau dalam posisi sudah mendekati area parkir utama, yang menandakan bahwa upaya penyisiran yang dilakukan oleh unsur relawan setempat telah berjalan dengan sangat baik dan sinkron dengan arahan tim pusat.
​Identitas pendaki yang sempat dinyatakan tersesat tersebut diketahui bernama I Ketut Abyakta Jayendra, remaja kelahiran 5 April 2010. Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, korban ditemukan oleh relawan dalam kondisi fisik yang baik dan stabil tanpa adanya cedera serius. Penemuan korban yang bertepatan dengan hari ulang tahunnya ini menjadi momentum yang sangat disyukuri oleh seluruh petugas, mengingat risiko kondisi cuaca dan medan pegunungan yang cukup menantang bagi pendaki di wilayah Kecamatan Pupuan.
​Setelah memastikan seluruh rangkaian evakuasi tuntas dan korban dalam keadaan sehat, tim BPBD Kabupaten Tabanan beserta unsur Polsek Pupuan dan Staf Trantib Kecamatan Pupuan akhirnya menyatakan operasi selesai dan melakukan instruksi balik kanan pada pukul 16.46 WITA. BPBD Kabupaten Tabanan mengimbau kepada seluruh masyarakat dan para pecinta alam agar selalu berhati-hati, mematuhi arahan pengelola, serta memastikan kesiapan fisik dan mental sebelum melakukan aktivitas pendakian demi keselamatan bersama. Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan.

